
KatadataOTO – Mobil hidrogen atau FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) merupakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar hidrogen. Teknologi elektrifikasi ini masih terbilang langka di pasar global sekalipun.
Meski begitu FCEV memiliki peluang besar untuk menggantikan mobil bermesin bensin. Berbeda dari BEV (Battery Electric Vehicle) yang harus di-charge dalam waktu relatif lama, FCEV tinggal diisi hidrogen dalam waktu singkat layaknya pengisian bensin.
Melihat potensi-potensi tersebut, Toyota dan BMW dikabarkan bakal melakukan kerja sama terkait operasional mobil hidrogen.
Menurut seorang sumber internal dikutip dari Kyodo News, Jumat (30/8) kedua merek itu ingin lebih kompetitif menawarkan lini kendaraan hidrogen di era elektrifikasi.
Keputusan soal kolaborasi Toyota dan BMW kabarnya baru akan diumumkan ke publik pada 5 September 2024.
Tujuan utama dalam kerja sama itu adalah standarisasi komponen dan berujung menurunkan harga mobil hidrogen. Mengingat FCEV jadi salah satu kunci mencapai netralitas karbon tetapi banderolnya belum terjangkau masyarakat luas.
Toyota sendiri bisa dibilang produsen pemimpin pasar FCEV saat ini. Mobil hidrogen mereka yaitu Mirai merupakan FCEV pertama yang diproduksi massal pada 2014.
Maka BMW menggandeng Toyota untuk bantu mengembangkan teknologi FCEV. Nantinya Toyota menyuplai sejumlah komponen ke BMW seperti tangki hidrogen.
Komponen itu kemudian digunakan BMW buat lini mobil hidrogennya yang akan diproduksi secara masif.
Kerja sama kedua manufaktur diklaim dapat membantu menurunkan harga lini hidrogen Toyota sekaligus membantu BMW mengembangkan komponennya sendiri.
Terakhir mereka juga bakal bekerja sama membangun beberapa stasiun hidrogen di Eropa karena kurangnya infrastruktur membuat FCEV jadi sulit populer di kalangan konsumen.
Saat ini BMW memiliki satu model hidrogen untuk studi yakni iX5, pakai basis SUV (Sport Utility Vehicle) X5. Waktu pengisian hidrogen hanya butuh waktu tiga sampai empat menit, akomodir daya jelajah lebih dari 500 km.
BMW iX5 Hydrogen ini nanti rencananya bakal diproduksi massal dalam beberapa tahun mendatang, dibantu sistem hidrogen dari Toyota.
SUMBER: otomotif.katadata.co.id

